PENGELOLAAN PROGRAM YANG
BERDAMPAK PADA MURID
OLEH : FITRIA
CGP Angkatan 4, Kab. Agam
FACT (Peristiwa)
Latar Belakang
Filosofi Ki Hajar
Dewantara mengemukakan bahwa anak-anak hidup dan tumbuh sesuai dengan kodratnya
sendiri, pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodratnya itu.
Dengan demikian, dituntut kejelian pendidik melihat bakat, minat, potensi serta
kreativitas anak dan apa yang dibutuhkan anak di dalam pembelajaran sehingga
guru bisa mengemas pembelajaran yang berpihak pada murid.
Kita semua
tahu dan sepakat bahwa murid-murid kita dapat melakukan lebih dari sekedar
menerima instruksi dari guru. Mereka secara natural adalah seorang pengamat,
penjelajah, penanya, yang memiliki rasa ingin tahu atau minat terhadap berbagai
hal. Mereka mampu atau memiliki kapasitas untuk mengambil bagian atau peranan
dalam proses belajar mereka sendiri. Namun, terkadang guru atau orang dewasa
memperlakukan murid-murid seolah-olah mereka tidak mampu membuat keputusan,
pilihan, atau memberikan pendapat terkait dengan proses belajar mereka.
Untuk
menjadikan murid sebagai pemimpin bagi proses pembelajarannya sendiri, maka
kita guru perlu memberikan kesempatan kepada murid untuk mengembangkan
kapasitasnya dalam mengelola pembelajaran mereka sendiri, sehingga potensi
kepemimpinannya dapat berkembang dengan baik. Peran kita adalah mendampingi
murid agar pengembangan potensi kepemimpinan mereka tetap sesuai dengan kodrat,
konteks dan kebutuhannya, serta mengurangi kontrol terhadap mereka.
Berdasarkan kutipan
dan pernyataan di atas, dengan dipadu pemanfaatan aset atau sumber daya yang
ada di sekolah dan setelah berkoordinasi dengan seluruh pemangku
kepentingan sekolah maka saya membuat
program yang berdampak pada murid SMP Negeri 1 Baso, yaitu “Pengembangan Bakat
dan Potensi Siswa di Bidang Olahraga dalam Bentuk Classmeeting”. Hal ini juga merupakan antusias dari murid
untuk melakukan penyegaran pikiran setelah mereka menempuh ujian semester dan
ingin menyalurkan dan mengembangkan bakat dan potensi mereka dibidang olah raga
untuk memanfaatkan waktu menjelang mereka terima rapor.
Yang dilakukan pada aksi nyata dan alasan melaksanakan aksi nyata
Bertolak dari latar
belakang di atas, aksi nyata 3.3.a.10 “Pengelolaan Program yang Berdampak pada
Murid” merupakan langkah dan upaya saya lakukan untuk mengimplementasikan apa
yang sudah didapat pada guru penggerak secara bertahap dan sesuai dengan
kondisi yang dihadapi. Setelah itu, saya ingin berbagi ilmu dan pengalaman
dengan rekan guru atau komunitas praktisi di sekolah agar mereka mampu merancang program yang
berpihak pada murid yang bisa dimulai dari hal-hal yang terkecil terlebih
dahulu. Kemudian, melalui program yang sudah saya rencanakan melalui tahapan
BAGJA pada sesi demonstrasi kontekstual dengan judul “Pengembangan Bakat dan
Potensi Siswa di Bidang Agama dan Olahraga dalam Bentuk Classmeeting”
Adapun alasan
saya melakukan aksi nyata ini adalah untuk:
- Menggali, menyalurkan dan mengembangkan
bakat serta potensi siswa di bidang olah raga.
- Meningkatkan kreativitas siswa.
- Menjalin silaturrahmi dan menggalang rasa
persatuan serta sportivitas antar kelas/siwa SMP Negeri 1 Baso.
- Sebagai ajang pencarian bibit untuk ikut berkompetisi
di bidang olah raga dan agama
- Mengendorkan urat saraf/penyegaran pikiran
setelah mengikuti ujian semester.
Jadi,
kegiatan dalam bentuk classmeeting ini, dapat menumbuhkembangkan kepemimpinan murid dan mendorong mereka
untuk:
- Mampu mengambil kepemilikan dan tanggung jawab
atas proses pembelajaran sendiri.
- Memiliki suara dan pilihan atas apa yang akan
mereka pelajari, bagaimana mereka belajar dan mengorganisir pembelajaran
mereka.
- Dapat memilih arah dan cara mencapai tujuan
pembelajaran sendiri.
Dalam
kegiatan ini, guru hanya sebagai fasilitator yang memberikan bimbingan dan
arahan agar bakat dan potensi yang dimiliki murid dapat tumbuh dan berkembang
sesuai dengan kodrat yang dimilikinya.
Program Pengembangan
Bakat dan Potensi Siswa di Bidang Agama dan Olahraga dalam Bentuk Classmeeting”
ini, telah saya koordinasikan terlebih dahulu dengan kepala sekolah dan juga
kepada Pembina OSIS serta guru PAI dan olahraga.
Berkoordinasi dengan
kepala sekolah merupakan langkah awal dalam pelaksanaan program/kegiatan
sekolah. Karena dengan persetujuan beliaulah semua kegiatan kita dapat
terlaksana sesuai dengan yang diharapkan dan kepala sekolah juga merupakan
salah satu sumber daya yang dapat kita berdayakan potensi/kekuatannya dalam hal
apapun. Selanjutnya, kami melakukan diskusi dengan pembina OSIS, guru PAI dan guru olahraga untuk mendiskusikan apa saja
sumber daya yang dapat diberdayakan untuk membantu siswa menjalankan program
atau kegiatan classmeeting yang sudah direncanakan. Kami juga ingin merubah
pola pelaksanaan program sekolah yang selama ini murid hanya menerima instruksi
dari murid untuk menjalankan program, akan tetapi kali ini muridlah yang
mengambil bagian atau peranan dalam menjalankan kegiatan tersebut. Pemeran
utama dari program atau kegiatan tersebut adalah murid bukan lagi guru. Dalam
hal ini, kami juga meminta bantuan wali kelas untuk menggali bakat dan potensi
yang mereka miliki dibidang olahraga dan hal-hal apa saja yang bisa membuat
kegiatan itu dapat menyenangkan dan memuaskan bagi mereka melalui pertanyaan
yang telah disiapkan terlebih dahulu.
Kegiatan selanjutnya,
curah pendapat (membuka cakrawala berpikir siswa sebelum mengambill keputusan). Kami memberikan ruang
curah pendapat dengan murid-murid (Pengurus OSIS dan perwakilan murid tiap
kelas) untuk membuka cakrawala berpikir mereka bahwa ada berbagai pilihan yang
dapat dijadikan bahan pertimbangan sebelum menentukan sebuah keputusan dari
data yang didapat oleh wali kelas dan guru olahraga sebelum menjalankan program
atau kegiatan tersebut. Yang pada akhirnya, mereka bisa mendapatkan aspirasi
(mewujudkan harapan atau impian) tentang kegiatan yang dapat mengembangkan bakat
dan potensinyas di bidang olahraga yang lebih menarik dan menyenangkan bagi
mereka. Mereka berbagi peran untuk
menjalankan program yang telah dibuat dalam bentuk kepanitiaan kegiatan classmeeting yang telah
disusun berdasarkan kesepakatan mereka bersama.Sehingga mereka merasakan
kemampuan mereka diakui oleh sekolah, khususnya bagi teman-temannya yang lain.
Foto
Hasil AKsi Nyata
Program
classmeeting yang diusulkan disetujui oleh kepala sekolah dan warga sekolah untuk
menjadi program sekolah yang berdampak pada murid melalui rapat dinas. Pada
akhirnya, program tersebut bisa dijalankan oleh pengurus OSIS yang sudah
disusun kepanitiaanya dan mereka bekerja sesuai dengan peran yang sudah mereka
sepakati bersama.
Foto kegiatan classmeeting dengan
pertandingan olah raga
Foto Classmeeting Pertandingan Basket
Foto Pembagian Hadiah
Program classmeeting
berjalan dengan lancar. Semua murid antusias untuk ikut serta dan memeriahkan
kegiatan tersebut. Karena sambil menunggu hasil belajar mereka selama 1 (satu)
semester mereka bisa memanfaatkan waktu dengan bermanfaat. Mereka bisa
menyalurkan, mengembangkan, dan meningkatkan kreativitas, bakat dan potensi
mereka dalam bidang olahraga dan agama.
Setelah pelaksanaan
classmeeting selama 3 hari, sebagai penghargaan bagi mereka yang sudah
berpartisipasi mengikuti pertandingan di bidang olahraga dan tahfidz pihak
sekolah memberikan hadiah untuk mereka sesuai dengan bidang olahraga yang
mereka ikuti. Adapun, hadiah tersebut ditentukan dan disepakati oleh mereka
sendiri dari pengurus OSIS selaku panitia kegiatan. Karena merekalah yang tahu
apa hadiah yang menarik dan menyenangkan bagii mereka.
FEELING (Perasaan)
Perasaan saya ketika akan melaksanakan program ini
pada awalnya masih ragu, karena semua yang berperan dalam menjalankan program
ini adalah murid. Selama ini yang berperan setiap kegiatan sekolah itu biasanya
guru, sedangkan siswa hanya menerima dan menjalankan instruksi dari guru. Akan
tetapi, rasa keraguan tersebut menjadi gembira karena ternyata program/kegiatan
classmeeting yang sudah direncanakan berjalan dengan lancar. Saya pun merasa
bangga dan senang sekali karena saya sudah mulai bisa menumbuh kembangkan
kepemimpinan murid (dari aspek voice, choice, dan ownership) serta karakteristik
lingkungan melalui program yang sudah
dirancang dan berdampak pada murid.
FINDING (Pembelajaran)
Pembelajaran yang didapat dari pelaksanaan
keseluruhan aksi bagi murid saya adalah mereka bisa menyalurkan, mengembangkan,
dan meningkatkan bakat dan potensi yang dimiliki untuk mencapai wellbeing.
Dengan demikian murid menjadi mampu mengarahkan pembelajaran mereka sendiri,
membuat pilihan-pilihan, menyuarakan opini, mengajukan pertanyaan dan
mengungkapkan rasa ingin tahu, berpartisipasi dan berkontribusi pada komunitas
belajar, mengkomunikasikan pemahaman mereka kepada orang lain, dan melakukan
tindkan nyata sebagai hasil proses belajarnya. Sedangkan pembelajaran yang
dapat saya peroleh dari keseluruhan aksi adalah saya mampu memahami dan mengidentifikasi
bentuk-bentuk program yang berpihak pada murid; mengidentifikasi tahapan
membuat program, memahami dan membuat
proses perencanaan program yang berdampak pada murid; dan mendapatkan
pengalaman baru serta membuka cakrawala berpikir yang lebih luas lagi serta
mengedepankan perencanaan program yang berdampak pada murid.
Dan tak kalah pentingnya, murid sudah mulai mampu
bertindak secara aktif dan membuat keputusan serta pilihan yang bertanggung
jawab, daripada hanya sekedar menerima apa yang ditentukan oleh orang lain.
Dengan kata lain, saya sudah mampu menumbuhkembangkan kepemimpinan murid
melalui program yang sudah dirancang. Melalui pelaksanaan aksi secara
keseluruhan siswa juga dapat memupuk rasa persatuan dan bekerjasama dalam
mencapai suatu tujuan serta mengembangkan kreativitas dan sikap-sikap positif
murid serta mandiri (terwujudnya profil peljar pancasila).
FUTURE (Penerapan ke depan)
Rencana perbaikan untuk pelaksanaan di masa
mendatang tentang aksi secara keseluruhan adalah memberikan kesempatan kepada
murid untuk menyalurkan, mengembangkan, dan meningkatkan bakat dan potensi
mereka pada kegiatan classmeeting tidak hanya dibidang olahraga saja, tetapi
dibidang lain juga ada, misalnya dibidang kesenian dan bidang lain sebagainya.
Sehingga murid yang berbakat dibidang selain olahraga pun bisa menyalurkan,
mengembangkan, dan meningkatkan bakat serta potensi mereka. Kemudian,
keterlibatan wali kelas serta guru lainnya untuk memberikan support atau
dukungan sewaktu murid berpartisipasi aktif dalam menjalankan program yang
telah dibuat.
SEKIAN TERIMA KASIH
SALAM GURU PENGGERAK!