Berkreasi Dengan TIK

Hayy..."Blog ICT yunior High School 1 Baso...Cayhooo :-)"

Senin, 07 November 2022

MGMP Informatiika, Jumat 4 November 2022

Menggunakan Aplikasi Plickers sebagai Media Pembelajaran

Pada pertemuan kali ini kami mencoba mempelajari aplikasi plickers yang digunakan untuk melakukan assesmen kepada peserta didik. Guru memberikan soal berupa multiple choice dan siswa menjawab dengan menggunakan kartu yang sudah di cetak sebelumnya. Siswa menjawab dengan cara mengangkat kartu sesuai dengan jawaban dari soal dan guru men scan jawaban tersebut menggunakan android. Jadi disini guru membutuhkan darana laptop dan android yang sudah di install aplikasi Plickers pada android.

Dengan menggunakan aplikasi ini dapat memberikan suasana yang berbeda bagi siswa dan memberikan mtivasi dalam menjawab soal-soal yang diberikan dan guru juga dapat mengaplikasikan gabungan antara laptop dan android.







Jumat, 07 Oktober 2022

Penggunaan Media QR CODE dalam materi Perangkat Keras Komputer Fase Sistem Komputer

Penggunaan media ini dilakukan dalam proses pembelajaran Informatika kelas VII hari Jumat, 7 Oktober 2022. Materi nya adalah tentang perangkat keras komputer pada fase Sistem Komputer. QR Code singkatan dari Quick Response Code merupakan matriks dua dimensi yang mampu menyimpan berbagai jenis informasi di dalamnya.

Pada proses pembelajaran ini siswa akan me scan barcode yang sudah di tempel di dinding-dinding kelas. Informasinya adalah berupa soal-soal yang harus dijawab oleh siswa. Selama proses kegiatan siswa sangat antusias dan sangat menyenangkan bagi mereka.

























Kegiatan MGMP, Jumat 7Oktober 2022

Penggunaan Aplikasi Quiziz Dalam Asesmen Formatif

Quizizz merupakan aplikasi online yang dapat digunakan jika ada akses internet. Quizizz termasuk media pembelajaran berupa permainan yang bersifat interaktif yaitu adanya interaksi antara pengguna dengan game itu sendiri. Guru dapat menggunakan aplikasi ini untuk melakukan analisis penilaian setelah atau sebelum proses pembelajaran dimulai. 

Quizizz dapat dilakukan secara langsung atau bisa juga dijadikan sebagai pekerjaan rumah, menarik dan menyenangkan bagi siswa. 





Kamis, 15 September 2022

Link Canva materi BAB III TIK Peramban/Search Engine

Teman-teman silakan copy materi peramban pada link berikut :

https://www.canva.com/design/DAFJF7HbUg8/ovO7KVUwbbSxd9mT7qKb_g/view?utm_content=DAFJF7HbUg8&utm_campaign=designshare&utm_medium=link&utm_source=publishsharelink&mode=preview

Atau

https://bit.ly/3Biabrv

Atau  :

LINK CANVA

Kamis, 07 Juli 2022

AKSI NYATA MODUL 3.3

 PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK PADA MURID

OLEH : FITRIA

CGP Angkatan 4, Kab. Agam

 

FACT (Peristiwa)

Latar Belakang

Filosofi Ki Hajar Dewantara mengemukakan bahwa anak-anak hidup dan tumbuh sesuai dengan kodratnya sendiri, pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodratnya itu. Dengan demikian, dituntut kejelian pendidik melihat bakat, minat, potensi serta kreativitas anak dan apa yang dibutuhkan anak di dalam pembelajaran sehingga guru bisa mengemas pembelajaran yang berpihak pada murid.

Kita semua tahu dan sepakat bahwa murid-murid kita dapat melakukan lebih dari sekedar menerima instruksi dari guru. Mereka secara natural adalah seorang pengamat, penjelajah, penanya, yang memiliki rasa ingin tahu atau minat terhadap berbagai hal. Mereka mampu atau memiliki kapasitas untuk mengambil bagian atau peranan dalam proses belajar mereka sendiri. Namun, terkadang guru atau orang dewasa memperlakukan murid-murid seolah-olah mereka tidak mampu membuat keputusan, pilihan, atau memberikan pendapat terkait dengan proses belajar mereka.

 Untuk menjadikan murid sebagai pemimpin bagi proses pembelajarannya sendiri, maka kita guru perlu memberikan kesempatan kepada murid untuk mengembangkan kapasitasnya dalam mengelola pembelajaran mereka sendiri, sehingga potensi kepemimpinannya dapat berkembang dengan baik. Peran kita adalah mendampingi murid agar pengembangan potensi kepemimpinan mereka tetap sesuai dengan kodrat, konteks dan kebutuhannya, serta mengurangi kontrol terhadap mereka.

Berdasarkan kutipan dan pernyataan di atas, dengan dipadu pemanfaatan aset atau sumber daya yang ada di sekolah dan setelah berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan  sekolah maka saya membuat program yang berdampak pada murid SMP Negeri 1 Baso, yaitu “Pengembangan Bakat dan Potensi Siswa di Bidang Olahraga dalam Bentuk Classmeeting”.  Hal ini juga merupakan antusias dari murid untuk melakukan penyegaran pikiran setelah mereka menempuh ujian semester dan ingin menyalurkan dan mengembangkan bakat dan potensi mereka dibidang olah raga untuk memanfaatkan waktu menjelang mereka terima rapor.

Yang dilakukan pada aksi nyata dan alasan melaksanakan aksi nyata

Bertolak dari latar belakang di atas, aksi nyata 3.3.a.10 “Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid” merupakan langkah dan upaya saya lakukan untuk mengimplementasikan apa yang sudah didapat pada guru penggerak secara bertahap dan sesuai dengan kondisi yang dihadapi. Setelah itu, saya ingin berbagi ilmu dan pengalaman dengan rekan guru atau komunitas praktisi di sekolah  agar mereka mampu merancang program yang berpihak pada murid yang bisa dimulai dari hal-hal yang terkecil terlebih dahulu. Kemudian, melalui program yang sudah saya rencanakan melalui tahapan BAGJA pada sesi demonstrasi kontekstual dengan judul “Pengembangan Bakat dan Potensi Siswa di Bidang Agama dan Olahraga dalam Bentuk Classmeeting”

Adapun alasan saya melakukan aksi nyata ini adalah untuk:

  • Menggali, menyalurkan dan mengembangkan bakat  serta  potensi siswa di bidang olah raga.
  • Meningkatkan kreativitas siswa.
  • Menjalin silaturrahmi dan menggalang rasa persatuan serta sportivitas antar kelas/siwa SMP Negeri 1 Baso.
  • Sebagai ajang pencarian bibit untuk ikut berkompetisi di bidang olah raga dan agama
  • Mengendorkan urat saraf/penyegaran pikiran setelah mengikuti ujian semester.

Jadi, kegiatan dalam bentuk classmeeting ini, dapat menumbuhkembangkan  kepemimpinan murid dan mendorong mereka untuk:

  • Mampu mengambil kepemilikan dan tanggung jawab atas proses pembelajaran sendiri.
  • Memiliki suara dan pilihan atas apa yang akan mereka pelajari, bagaimana mereka belajar dan mengorganisir pembelajaran mereka.
  • Dapat memilih arah dan cara mencapai tujuan pembelajaran sendiri.

Dalam kegiatan ini, guru hanya sebagai fasilitator yang memberikan bimbingan dan arahan agar bakat dan potensi yang dimiliki murid dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan kodrat yang dimilikinya.

Program Pengembangan Bakat dan Potensi Siswa di Bidang Agama dan Olahraga dalam Bentuk Classmeeting” ini, telah saya koordinasikan terlebih dahulu dengan kepala sekolah dan juga kepada Pembina OSIS serta guru PAI dan olahraga.

Berkoordinasi dengan kepala sekolah merupakan langkah awal dalam pelaksanaan program/kegiatan sekolah. Karena dengan persetujuan beliaulah semua kegiatan kita dapat terlaksana sesuai dengan yang diharapkan dan kepala sekolah juga merupakan salah satu sumber daya yang dapat kita berdayakan potensi/kekuatannya dalam hal apapun. Selanjutnya, kami melakukan diskusi dengan pembina OSIS, guru PAI dan  guru olahraga untuk mendiskusikan apa saja sumber daya yang dapat diberdayakan untuk membantu siswa menjalankan program atau kegiatan classmeeting yang sudah direncanakan. Kami juga ingin merubah pola pelaksanaan program sekolah yang selama ini murid hanya menerima instruksi dari murid untuk menjalankan program, akan tetapi kali ini muridlah yang mengambil bagian atau peranan dalam menjalankan kegiatan tersebut. Pemeran utama dari program atau kegiatan tersebut adalah murid bukan lagi guru. Dalam hal ini, kami juga meminta bantuan wali kelas untuk menggali bakat dan potensi yang mereka miliki dibidang olahraga dan hal-hal apa saja yang bisa membuat kegiatan itu dapat menyenangkan dan memuaskan bagi mereka melalui pertanyaan yang telah disiapkan terlebih dahulu.

Kegiatan selanjutnya, curah pendapat (membuka cakrawala berpikir siswa sebelum mengambill keputusan). Kami memberikan ruang curah pendapat dengan murid-murid (Pengurus OSIS dan perwakilan murid tiap kelas) untuk membuka cakrawala berpikir mereka bahwa ada berbagai pilihan yang dapat dijadikan bahan pertimbangan sebelum menentukan sebuah keputusan dari data yang didapat oleh wali kelas dan guru olahraga sebelum menjalankan program atau kegiatan tersebut. Yang pada akhirnya, mereka bisa mendapatkan aspirasi (mewujudkan harapan atau impian) tentang kegiatan yang dapat mengembangkan bakat dan potensinyas di bidang olahraga yang lebih menarik dan menyenangkan bagi mereka.  Mereka berbagi peran untuk menjalankan program yang telah dibuat dalam bentuk  kepanitiaan kegiatan classmeeting yang telah disusun berdasarkan kesepakatan mereka bersama.Sehingga mereka merasakan kemampuan mereka diakui oleh sekolah, khususnya bagi teman-temannya yang lain.

Foto





Hasil AKsi Nyata

 Program classmeeting yang diusulkan disetujui oleh kepala sekolah dan warga sekolah untuk menjadi program sekolah yang berdampak pada murid melalui rapat dinas. Pada akhirnya, program tersebut bisa dijalankan oleh pengurus OSIS yang sudah disusun kepanitiaanya dan mereka bekerja sesuai dengan peran yang sudah mereka sepakati bersama.

 Foto kegiatan classmeeting dengan pertandingan olah raga 






Foto Classmeeting Pertandingan Basket




Foto Pembagian Hadiah




Program classmeeting berjalan dengan lancar. Semua murid antusias untuk ikut serta dan memeriahkan kegiatan tersebut. Karena sambil menunggu hasil belajar mereka selama 1 (satu) semester mereka bisa memanfaatkan waktu dengan bermanfaat. Mereka bisa menyalurkan, mengembangkan, dan meningkatkan kreativitas, bakat dan potensi mereka dalam bidang olahraga dan agama.

Setelah pelaksanaan classmeeting selama 3 hari, sebagai penghargaan bagi mereka yang sudah berpartisipasi mengikuti pertandingan di bidang olahraga dan tahfidz pihak sekolah memberikan hadiah untuk mereka sesuai dengan bidang olahraga yang mereka ikuti. Adapun, hadiah tersebut ditentukan dan disepakati oleh mereka sendiri dari pengurus OSIS selaku panitia kegiatan. Karena merekalah yang tahu apa hadiah yang menarik dan menyenangkan bagii mereka.

FEELING (Perasaan)

Perasaan saya ketika akan melaksanakan program ini pada awalnya masih ragu, karena semua yang berperan dalam menjalankan program ini adalah murid. Selama ini yang berperan setiap kegiatan sekolah itu biasanya guru, sedangkan siswa hanya menerima dan menjalankan instruksi dari guru. Akan tetapi, rasa keraguan tersebut menjadi gembira karena ternyata program/kegiatan classmeeting yang sudah direncanakan berjalan dengan lancar. Saya pun merasa bangga dan senang sekali karena saya sudah mulai bisa menumbuh kembangkan kepemimpinan murid (dari aspek voice, choice, dan ownership) serta karakteristik lingkungan   melalui program yang sudah dirancang dan berdampak pada murid.

FINDING (Pembelajaran)

Pembelajaran yang didapat dari pelaksanaan keseluruhan aksi bagi murid saya adalah mereka bisa menyalurkan, mengembangkan, dan meningkatkan bakat dan potensi yang dimiliki untuk mencapai wellbeing. Dengan demikian murid menjadi mampu mengarahkan pembelajaran mereka sendiri, membuat pilihan-pilihan, menyuarakan opini, mengajukan pertanyaan dan mengungkapkan rasa ingin tahu, berpartisipasi dan berkontribusi pada komunitas belajar, mengkomunikasikan pemahaman mereka kepada orang lain, dan melakukan tindkan nyata sebagai hasil proses belajarnya. Sedangkan pembelajaran yang dapat saya peroleh dari keseluruhan aksi adalah saya mampu memahami dan mengidentifikasi bentuk-bentuk program yang berpihak pada murid; mengidentifikasi tahapan membuat program, memahami dan membuat  proses perencanaan program yang berdampak pada murid; dan mendapatkan pengalaman baru serta membuka cakrawala berpikir yang lebih luas lagi serta mengedepankan perencanaan program yang berdampak pada murid.

Dan tak kalah pentingnya, murid sudah mulai mampu bertindak secara aktif dan membuat keputusan serta pilihan yang bertanggung jawab, daripada hanya sekedar menerima apa yang ditentukan oleh orang lain. Dengan kata lain, saya sudah mampu menumbuhkembangkan kepemimpinan murid melalui program yang sudah dirancang. Melalui pelaksanaan aksi secara keseluruhan siswa juga dapat memupuk rasa persatuan dan bekerjasama dalam mencapai suatu tujuan serta mengembangkan kreativitas dan sikap-sikap positif murid serta mandiri (terwujudnya profil peljar pancasila).

FUTURE (Penerapan ke depan)

Rencana perbaikan untuk pelaksanaan di masa mendatang tentang aksi secara keseluruhan adalah memberikan kesempatan kepada murid untuk menyalurkan, mengembangkan, dan meningkatkan bakat dan potensi mereka pada kegiatan classmeeting tidak hanya dibidang olahraga saja, tetapi dibidang lain juga ada, misalnya dibidang kesenian dan bidang lain sebagainya. Sehingga murid yang berbakat dibidang selain olahraga pun bisa menyalurkan, mengembangkan, dan meningkatkan bakat serta potensi mereka. Kemudian, keterlibatan wali kelas serta guru lainnya untuk memberikan support atau dukungan sewaktu murid berpartisipasi aktif dalam menjalankan program yang telah dibuat.


SEKIAN TERIMA KASIH

SALAM GURU PENGGERAK!

AKSI NYATA MODUL 3.2















SALAM GURU PENGGERAK!!